Kamis, 25 November 2010

laporan pratikum biologi umum invertebrata

BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
    Invertebrata adalah hewan yang jenisnya tidak memiliki tulang punggung antar ruas-ruas tulang belakang yang berlainan dengan hewan vertebrata yang memiliki tulang belakang. Dalam  pemmbagiannya,  hewan   invertebrata    dibagi   menjadi beberapa    golongan  atau phylum Protozoa, Porifera, Coelenterata, Platyhelmintes, Nemathelmintes, Annelida, Molusca, Arthropoda, dan Echinordemata (Anonim 2008: 1).
     Penggolongan hewan – hewan terutama didasarkan pada kesamaan-kesamaan struktur dan fisiologinya. Dalam hubungan ini, ada 4 kriteria yaitu pola simetri tubuh dan bentuk tubuh, perbedaan perkembangan embrio , dan aspek tertentu yang diianggap penting sebagai tannda pembeda. Kingdom  animallia  dibagi menjadi dua sub kingdom, yaitu (1) Parazoa, yaitu hewan yang belum  mempunyai  jaringan dan (2) Eumetazoa, yaitu hewan – hewan yang sudah  mempunyai jaringan (Anonim 2009: 1)
     Dalam menulusuri sejarah evolusi hewan, kita tergoda untuk  melihat dalam kisah ini satu tangan menimbang dan   mengarahkan   nasib akhirnya menghabiskan manusia dari cacing pertama. Menurut pandangan terseebut, paru-paru, anggota dan telur   bercangkang  berevolusi agar   hewan tidak   menghunni   daratan dan  tangan yang dapat memegang   terbentuk  agar   manusia   dapat   menggunakan   alat  (Kimball 1998: 108).
     Hewan adalah organisme yang tidak mempunyai klorofil, mampu bergerak atau setidak-tidaknya mengerakkan  tubuh dengan cara mengerutkan serabut-serabut dan multiseluler. Beberapa organisme tidak memenuhi kriteria, tetapi memperlihatkan persamaan dengan sifat tersebut , sehingga kita dapat mengenalnya sebagai hewan. Dunia hewan pada umumnya dibagi menjadi lebih 25 – 30 phylum yang berbeda. Hewan yang mempunyai sifat ditas, tetapi tidak mempunnyai tulang belakang yang secara umum disebutkan diatas tadi yaitu hewan invertebrate. Penggolongan hewan – hewan terutama diidasarkan pada kesamaan – kesamaan struktur dan fisiologinya (Masribut 1998: 43).
        Semua hewan yang tidak memiliki tulang belakang dikelompokkan dalam Invertebrata (avertebrata). Hewan invertebrata ada yang tersusun oleh satu sel (uniseluler) dimana seluruh aktivitas kehidupannnya dilakukan oleh sel itu sendiri. Sedangkan hewan invertebrata yang tersusun oleh banyak sel (multiseluler/metazoa) sel-selnya mengalami deferensiasi dan spesialisasi membentuk   jaringan dan organ tubuh dan aktivitasnya semakin komplek (Pechenik 2000: 150).
        Filum hewan yang tingkat embrio  gennya mempunyai 2 (dua) lapis sel yakni lapisan endoderma dan lapisan  ekstoderma adalah jenis phylum Coelenterata atau disebut juga dengan hewan kantong, hewan dengan 2 lapis kulit atau lapisan tembaga it disebut hewan diploblastik. Filum hewan yang tingkat embrio gennya tiga lapis yaitu lapisan ekstoderma,, mesoderma, dan endoderma meliputi hewan – hewan yang termasuk kedalam filum Platyhelmintes atau cacing pipih. Hewan demikian dapat kita sebut dengan nama hewan triploblastik. Oleh  karena  cacing pipih ini tidak memiliki rongga tubuh, maka  disebut dengan  hewan  aselomata       (Kimball 1999: 105).
        Perkembangan embrio hewan metazoa melalui tahap – tahap tertentu. Secara embriologi, hewan ada yang memiliki dua lapisan kulit, hewan demikian dinamakan diploblastik. Untuk hewan yang memilki tiga lapisan kulit dalam tubuhnya dinamakan triploblastik. Struktur tubuh, dan sistem-sistem yang ada pada hewan invertebrata berbeda-beda, makin tinggi tingkatannya semakin komplek struktur dan system tubuhnya (Pechenik 2000: 152).

1.2. Tujuan Pratikum
     Untuk mengetahui beberapa contoh jenis hewan yang termasuk kedalam kelompok hewan invertebrata dan ciri-ciri bagian dari tubuh hewan invertebrata.
        

             
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
          Invertebrata atau avertebrata adalah sebuah istilah yang diungkapkan oleh Chevalier de Lamark untuk menunjuk hewan yang tidak memiliki tulang belakang. Invertebrata mencakup semua hewan kecuali vertebrata (pisces, reptil, amfibi, aves, dan mammalia). Contoh hewan invertebrata adalah serangga, ubur – ubur, hydra, cumi – cumi dann cacing. Invertebrata mencakup 97 persen dari  seluruh anggota kingdom animalia (Kimball 2004: 169).
          Lamark membagi invertebrata ke dalam dua kelompok yaitu insecta (serangga) dan vermes (cacing). Tapi sekarang, invertebrata diklasifikasikan ke dalam lebih dari 30 sub-fila mulai dari organism yang simple seperti porifera dan cacing pipih hingga organisme yang lebih kompleks seperti molusca dan anthropoda. Penelitian lebih lanjut dalam bidang taksonomi menunjukkan bahwa bannyak hewan invertebrata yang berkerabat lebih dekat dengan  vertebrata dari pada dengan sesame invertebrata (Anonim 2008: 1).
          Menurut pengamatan , hewan invertebrata digolongkan menjadi beberapa filum, yaitu porifera, coelenterate, platyhelmintes, nemathelminthes, annelid, Anthropoda, molusca dan Echinodermata. Dimana porifera adalah hewan yang berlubang (berpori), hidup di air tawar, dirawa, dilaut, diair jernih dan tenang. Platyhelmintes merupakan hewan yang tubuhnya lunak, tidak bercangkang , tubuh simetri bilateral. Nemathelmintes yang tubuhnya  tersusun  3 lapisan  (triploblastik),  tidak  beruas, gilig, pada bagian depan    terdapat  mulut,  ukuran lebih kecil. Molusca adalah anngota cacing yang memiliki sedikit seta, sering  disebut dengan cacing berambut sedikit (Istamar 2004: 15).
          Platyhelmintes (cacing pipih) merupakan filum untuk jenis cacing yang tidak memiliki punggung dan perut serta tidak berbuku-buku. Tempat hidup cacing ini adalah dilaut, disungai dan danau atau parasit pada tubuh organisme lain. Nemathelmintes berasal dari kata nematos yang berarti benang dan nelminthes yang berarti cacing. Jadi arti sebenarnya dari Nemathelmintes adalah cacing benang kerena bentuknya yang bulat dan memanjang. Tubuh Nemathelmintes tidak beruas-ruas. Pada bagian depan terdapat mulut, alat pencernaanny adalah usus dan diakhiri dengan anus. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa alat pencernaannya sempurna (Anonim 2009: 2).
          Molusca adalah hewan lunak dan tidak memiliki ruas. Tubuh hewamn triploblastik, bilateral simetri, umummnya memiliki mantel yang dapat mengahsilkan bahan cangkok berupa kalsium karbonat.  Cangkok tersebut berfungsi sebagai rumah (rangka luar) yang terbuat dari zat kapur misalnya kerang, tiram, siput dan bekicot. Namun ada pula molusca yang tidak memiliki cangkok seperti cumi-cumi sotong, gurita,. Molusca  memilki struktur berottot yang disebut kaki yang bentuk dan fungsinya berbeda untuk setiap kelasya. Molllusca merupakan filum Arthropoda. Saat ini diperkirakan ada 75 ribu jenis, serta 35 ribu jenis kedalam bentuk fosil. Mollusca hidup dilaut, air tawar, payau dan darat (Gembong 2004: 89).
          Arthropoda merupakan filum yang sangat besar dari seluruh spesies hewan, kira – kira ¾ berupa artnropoda. Tubuh bersegmen, alat gerak bersegmen, rangka luar berupa kutikula. Hidup didarat, air tawar, air laut, pohon-pohon, menempel, pada hewan piaraan. Arthropoda terdiri dari 4 kelas, yaitu Crustacea, Arachnoidea, Myriapoda, dan Insecta atau Hexapoda. Pada jenis Insecta terbagi lagi menjadi dua yaitu Apterygota serangga yang tidak bersayap, tidak bermetamorfosis, kepala, dada, perut tidak jelas perbedaanya, mulut meenggigit lalu yang kedua yaitu Pterygota serangga bersayap, gterdiri dari beberapa ordo (Anonim 2007: 1).
          Echinodermata  merupakan hewan yang memiliki kulit berduri, kulit keras terbuat dari zat kapur maupun kitin, tubuh simetri radial, memiliki lima lengan, mulut dibawah dan anus diatas, hidup dilaut dengan air yang jernih dan tidak bergelombang. Echinodermata terdiri atas 5 kelas yaitu Asteroidea memiliki bentuk seperti bintang,, organ-organ bercabang kelima lengan, warna hitam, biru kecoklatan. Yang kedua Ophiuroidea lengan panjang menyerupai ular, sering disebut dengan bintang air laut. Crinoidea mirip dengan tumbuihan, memiliki 5 lengan yang bercabang, melekat pada batu. Echinodea tubuh dipenuhi duri yang terbuat dari zat kapur, ada yang pendek dan ada yang panjang. Holothuroidea tubuh tidak berduri, kulit halus  dan lunak, bentuk tubuh seperti ketimun banyak dijumpai di pantai (Campbell 1999: 156).
          Coelenterata merupakan hewan yang memiliki  rongga. Termasuk hewan diploblastik, tubuh simetri radial. Lapisan selnya terdiri dari ectoderm dan endoderm. Antara ekstoderm dan endoderm terdapat mesoglea. Pada tubuh bagian atas terdapat mulut, yang dikelilingi tentakel. Pada permukaan tentakel terdapat knidoblas (sel penyengat/nematosis). Hidup di air tawar maupun air laut. Tubuhhnya dapat melekat pada dasar perairan. Coelenterata memiliki dua bentuk , yaitu polip dan medusa. Polip, hidup soliter (menyendiri) tetapi ada yang berkoloni, tidak dapat bergerak bebas mellekat pada dasar perairan. Sedangkan Medusa dapat menghasilkan dua macam gamet  yaitu gamet jantan dan gamet betina. Medusa dapat melepaskan diri dari induk dan berenang bebas didalam air (Prawirahartono 2000: 149).
          Trematoda termasuk 3 kelas dari Platyhelminthes yang hidup parasit pada hhewan dan manusia. Memiliki alat penghisap yang dilengkapi dengan kait untuk melekatkan diri pada tubuh inang. Contoh Fasciola sering disebut dengan cacing hati, Fasciola hepatica hidup dihati domba, dan Fasciola gigantica  hidup dihati sapi. Chlonorchis yaitu cacing hati yang hidup pada manusia. Banyak terdapat didaerah Cina, Jepang, Vietnam. Cacing dewasa yang hidup disaluran empedu dan keluar bersama feses (Anonim 2009: 3).
          Gastropoda merupakan hewan jenis mollusca yang menggunakan perut, tubuh memiliki cangkang yang melintir, kepala dibagian depan, pada bagian kepala terdapat tentakel panjang yang terdapat bintik mata dan tentakel pendek berfungsi untuk indera pembau dan peraba. Hidup didarat, air tawar, air laut. Bersifat hermafrodit, perkawinan silanng. Pembuahan terjadi ditubuh betina. Contoh Achatina fulica atau bekicot, Lymnea atau siput sawah, Melania atau sumpil (Pechenik 2000: 156).
          Anthozoa merupakan jenis hewan Coelenterata yang sering dinamakan binatanng bunga atau anemon laut, tubuh berbentuk polip, hidup diair laut yang jernih. Dapat menghasilkan kerangka yang keras dari kapur. Kerangka inilah yang merupakan batu/ terumbu karang. Ada juga yang kerangka luarnya dari zat tanduk. Contoh Anemon, Euplexaura antipathies (akar bahar). Manfaat Coelenterata  diantaranya Ubur-ubur dapat dimakan, anemon laut, mawar laut dapat digunakan sebagai hiasan dalam aquarium. Dilaut hewan ini membentuk terumbu karang, sebagai tempat berlindungnya ikan dan tempat wisata (Pratiwi 2006: 145).
         



BAB III
METODOLOGI PRATIKUM
3.1. Waktu dan Tempat
          Pratikum ini dilaksanakan pada hari Rabu, tanggal 10 November 2010. Pukul 13.15 – 15.30 WIB. Bertempat di Laboratorium Zoologi, Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Sriwijaya, Inderalaya.

3.2. Alat dan Bahan 
         Alat yang digunakan pada pratikum ini adalah baki belah dan jarum penusuk, sedangkan bahan yang digunakan adalah

3.3. Cara Kerja
                Alat dan bahan yang digunakan disiapkan terlebih dahulu, kemudian bahan atau hewan yang di siapkan diamati setiap bagian tubuhnya. Setelah diamati    


      BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1. Hasil
1.Cacing tanah

                                                                                 
                 Kingdom                : Animalia
                 Divisio/filum         : Annelida
                  Kelas                     : Oligochaeta
                  Ordo                      : Haplotaxida
                  Famili                    : Megasculecidae
                  Genus                    : Pheretima
                  Spesies                  : Pheretima sp

2. Bekicot (Achatina fulica)
   


           Kingdom         : Animalia
           Divisio/filum  : Molusca
           Kelas               : Gastropoda
           Ordo                : Stylommatophora
           Famili              : Achantidae
           Genus              : Achantina
           Spesies            : Achantina fulica


3. Kecoa (Periplaneta americana)
 


           Kingdom         : Animalia
           Divisio/filum  : Anthropoda
           Kelas               : Insecta
           Ordo                : Blattodae
           Famili              : Blathidae
           Genus              : Periplaneta
           Spesies            : Periplaneta americana



4. Cacing Sutra (Tubifex sp)
   



                 Kingdom                : Animalia
                 Divisio/filum         : Annelida
                  Kelas                     : Oligochaeta
                  Ordo                      : Haplotaxida
                  Famili                    : Tubificadae
                  Genus                    : Tubifex
                  Spesies                  : Tubifex sp














5. Udang (Paneus monodon)
    



           Kingdom         : Animalia
           Divisio/filum  : Anthropoda
           Kelas               : Crustacea
           Ordo                : Decapoda
           Famili              : Pennidae
           Genus              : Panaeus
           Spesies            : Paneus monodon





4.2. Pembahasan
    Menurut (Anonim 2009: 1) bahwa cacing tanah yang berasal dari filum anellida merupakan jenis cacing gelang dengan tubuh yang terdiri atas segmen-segmen dengan berbagai sistem organ tubuh yang baik dengan sistem peredaran darah tertutup. Annelida sebagian besar memiliki dua kelamin sekaligus dalam satu tubuh atau hermafrodit. Cacing tanah umumnya hidup di dalam tanah yang lembab dan basah serta pada tanah-tanah yang mengandung humus. Merupkan hewan lunak dan basah. Cacing tanah bergerak dengan cara kontraksi otot-ototnya dan dibantu dengan lendir.Makanannya terutama sisa-sisa zat organik dari dalam tanah.
    Menurut (Setiawati 2004: 168) bahwa ciri-ciri umum cacing tanah yaitu memiliki segmen (ruas) tubuh, termasuk triploblastik selomata yaitu memiliki tiga lapisan tubuh (ektodermis, mesodermis dan endodermis) serta memiliki rongga tubuh yang terisi oleh cairan, tubuh bersimetri bilateral, segmen tubuh bersifat metameri (memiliki bagian tubuh yang sama), bernafas melalui kulit(secara difusi), memiliki system saraf tangga tali, pencernaan makanan sudah sempurna (terdiri atas mulut, kerongkongan, usus dan anus).
    Menurut (Campbell 2000: 235) bahwa bekicot yang berasal dari filum molusca merupakan hewan bertubuh lunak tanpa segmen dengan tubuh yang lunak dan biasanya memiliki pelindung tubuh yang berbentuk cangkang atau cangkok yang terbuat dari zat kapur untuk perlindungan diri dari serangan predator dan gangguan lainnya. Antara tubuh dan cangkang terdapat suatu bungkus yang disebut mantel.
    Bekicot menggunakan perutnya untuk bergerak. Sebagian dari badannya digunakan sebagai alat gerak yang disebut dengan kaki. Pada bekicot sewaktu bergerak pada ujung depan kaki terdapat suatu kelenjar yang mengeluarkan lendir untuk memudahkan pergerakannya. Anus terletak disebelah sisi kanan kepala, sebagai tempat pengeluaran sisa makanan. Biasanya anus terbuka pada rongga tersebut. Sedang lubang genital terdapat di dekat kepala. Bekicot memiliki dua macam tentakel berupa sepasang tentakel panjang dengan mata untuk menerima rangsang gelap – terang dan sepasang tentakel pendek sebagai alat peraba dan alat pembau (Campbell 2000: 235).
    Menurut (Campbell 2000: 235) bahwa bagian tubuh yang peka terhadap rangsangan-rangsangan luar adalah  kaki dan tentakel yang panjang, yang peka terhadap sinar dengan intensitas tertentu. Kaki dan kepala dapat disimpan dalam cangkang bila keadaan tidak mengijinkan. bila keadaan aman tubuh dijulurkan keluar dan yang nampak pertama kali adalah kakinya. Kebanyakan hewan mencari makanan pada malam hari.
    Kecoa yang berasal dari filum arthopoda adalah hewan dengan kaki beruas-ruas , bersistem saraf tali dan organ tubuh telah berkembang dengan baik. Tubuh arthopoda terbagi atas segmen-segmen yang berbeda dengan sistem peredaran darah terbuka. Tubuh kecoa berbentuk bulat telur gepeng, kepala tersembunyi dari atas. Seluruh permukaan tubuh terbungkus dan tertutupi oleh kutikula dari kitin yang menebal pada caput, beberapa bagian dari thorax, dan bagian anterior pembungkus tubuh yang mengadakan perluasan sehingga membentuk pasangan sayap. Kecoa memiliki bagian tubuh terdiri atas kepala (kaput). dada (toraks), dan perut atau abdomen (Gembong 2004: 167).
    Pada kepala terdapat beberapa embelan, yaitu sepasang antena, mata majemuk (mata faset), dan mulut. Dada tertutup oleh kulit yang keras. Dada terdiri atas tiga bagian yang masing-masing disebut ptotothraks (dada depan), metathoraks (dada tengah), dan metathoraks (dada belakang). Perut terdiri atas beberapa segmen. Segmen pertama terdapat alat pendengaran (timfanium), setiap segmen         terdapat stigma, segmen terakhir   bermodifikasi    menjadi    alat   kawin,     dan                 di belakang abdomen terdapat serkus atau ovipositor   untuk    melekatkan telur (Gembong 2004: 167).
    Udang  juga merupakan hewan dari filum arthopoda tetapi memiliki kulit yang keras dari kitin dan berfungsi sebagai eksokeleton. Tubuh sebelah luar terdapat kutikula dimana kutikula disusun oleh pectin dan garam- garam mineral.
Tubuh udang galah terdiri atas tiga bagian yaitu sephalothorax,  abdomen (tubuh), dan uropoda (ekor). Kaki renang pada udang betina agak melebar dan membentuk ruang untuk mengerami telurnya (brood chamber). Segmen terakhir disebut telson, juga terdapat sepasang embelan pipih dan lebar disebut uropod yang berfungsi sebagai alat kemudi ketika berenang (Prawirahartono 2000: 155).

BAB V
KESIMPULAN
Dari hasil percobaan yang telah dilakukan, dapat diambil beberapa kesimpulan yaitu :
1.      Hewan invertebrata yaitu hewan yang tidak memiliki tulang belakang serta memiliki struktur morfologi dan anatomi lebih sederhana dibandingkan dengan kelompok hewan bertulang belakang/pinggang.
2.      Penggolongan hewan-hewan terutama didasarkan pada kesamaan – kesamaan struktur dan fisiologinya. Dalam hubungan ini, ada 4 kriteria yaitu pola simetri tubuh dan bentuk tubuh, perbedaan perkembangan embrio, dan aspek tertentu yang dianggap penting sebagai tanda pembeda.
3.      Filum hewan yang tingkat embrio gennya mempunyai 2 lapis sel yakni lapisan endoderma dan lapisan ekstoderma adalah jenis phylum Coelenterata.
4.      Gastropoda merupakan hewan jenis mollusca yang menggunakan perut, tubuh yang memiliki cangkang yang melintir, kepala dibagian depan, pada bagian kepala terdapat tentakel panjang yang terdapat bintik mata dan tentakel pendek berfungsi untuk indera pembau dan peraba.
5.      Semua hewan yang tiidak memiliki tulang belakang dikelompokkan dalam invertebrata. Hewan invertebrata ada yang tersusun oleh satu sel dimana seluruh  aktivitas kehidupannya dilakukan oleh sel itu sendiri.










DAFTAR PUSTAKA
Anonim. 2009. Hewan Invertebrata.  http://www.scribd.com/doc/27992321/8-    
          invertebrata#. Diakses tanggal 22 November 2010.
Campbell, Neil. A. 2000. Biologi Jilid I. Erlangga: Jakarta. iii + 246 hlm
Kimbal, Jhon. W. 1999. Biologi Edisi Kelima. Erlangga: Jakarta. iii + 234 hlm
Pechenik, J. 2000. Biology of The Invertebrates. Four Edition. Mc Graw Hill.
          Cambridge. University Press. iii + 356 hlm
Pennak RW. 1998. Freshwater Invertebrates of The United States. New York: A
          Willey Interscience Publications Jhon Willey and Sons. iii + 456 hlm


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

KLO UDAH SINGGAH...TOLONG COMENT YA.....BIAR BLOGNYA SEMPURNA...THX